Kemenag Anambas Gelar Penguatan Kurikulum Cinta Bagi Guru Madrasah di Palmatak

Kemenag Anambas Gelar Penguatan Kurikulum Cinta Bagi Guru Madrasah di Palmatak

Kemenag Anambas (Humas)- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan Program Penguatan Kurikulum Cinta bagi guru madrasah sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan madrasah. Kegiatan ini berlangsung di MA USB Palmatak, Kecamatan Kute Siantan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 33 guru yang berasal dari MIS Ababil Jannah, MTsS Nurul Huda, dan MA USB Palmatak. Turut hadir Kepala MA USB Palmatak, Kepala MTsS Nurul Huda, Kepala MIS Ababil Jannah,Kasi Pendis , serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, H. Muhammad Nasir, yang bertindak sebagai pemateri.

Dalam penyampaian materinya, H. Muhammad Nasir menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menyentuh aspek afektif, spiritual, dan pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan madrasah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, kematangan emosional, serta akhlak mulia.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dibangun melalui tiga pilar utama, yakni Sumber Cinta, Tanda Cinta, dan Tali Cinta, yang kemudian dijabarkan dalam lima nilai utama atau dikenal dengan konsep Panca Cinta.

Adapun lima nilai utama tersebut meliputi:

Cinta Allah dan Rasul, yaitu menumbuhkan keimanan serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai landasan utama dalam kehidupan. Cinta Ilmu, yaitu membangun semangat menuntut ilmu sepanjang hayat dengan berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah. Cinta Lingkungan, yaitu menanamkan kepedulian untuk menjaga dan melestarikan alam sebagai amanah Allah SWT bagi generasi mendatang. Cinta Diri dan Sesama, yaitu mengajarkan peserta didik untuk menghargai diri sendiri, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan empati, kepedulian, dan sikap toleransi terhadap orang lain. Cinta Tanah Air, yaitu menanamkan semangat kebangsaan dan bela negara yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan Pancasila. Lebih lanjut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa cinta merupakan inti dari pendidikan Islam. Ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan akhlak. Tanpa cinta, ilmu akan kehilangan makna dalam membentuk kepribadian peserta didik.

Melalui program penguatan ini, para guru madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Panca Cinta dalam proses pembelajaran, baik melalui materi pelajaran, interaksi antara guru dan peserta didik, maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Penguatan Kurikulum Cinta ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, humanis, dan berkarakter. Guru yang berdaya dan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai cinta menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang intelektual, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas dan akhlak.

Dengan demikian, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia, menumbuhkan kasih sayang, serta membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT